Gelombang Elektromagnetik

Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang yang merambat tanpa membutuhkan medium dan merupakan gelombang transversal (Cerdika.com).

Belajar Bisnis Bersama Sensei

Belajar Bisnis Untuk Pelajar, Mahasiswa dan Karyawan. Modal Awal Cuma 30rb, Aman, Tanpa Resiko dan Menguntungkan

Pilihan adalah Resiko

Pilihan adalah resiko. Karena setiap pilihan membutuhkan pengorbanan.

Kunci Impian (Key Of Dream)

KEKUATAN PENGORBANAN, KEKUATAN TEKAD dan KEKUATAN PERSISTENCY.

Strategi Sepeda Tidak Berlampu

Fokus kerja lebih kepada membangun Great Spirit pada setiap tim di masing-masing level. Menyamakan frekuensi, gelombang dan semangat. Menjadi Semangat seperti mengendarai "Sepeda Tidak Berlampu". Mengubah mental rusa menjadi mental singa. Membangun komitmen kerja bersama.

Sehat dan Sukses Bersama Sensei

Sehat dan Sukses Bersama Sensei
Sehat dan Sukses Bersama Sensei

Belajar Bersama Sensei

Belajar Bersama Sensei

Comments

3-comments

Ads block

Banner 728x90px

LATEST

3-latest-65px

Courses

6-latest-350px-course

FOLLOW ME

Section Background

Section Background
Showing posts with label Demodulator. Show all posts
Showing posts with label Demodulator. Show all posts

28 September 2020

Materi 09 : Blok Diagram Televisi

Ringkasan Materi 

Blok Diagram Televisi 


Penerima televisi warna merupakan penyempurnaan dari penerima televisi hitam putih dengan menambahkan bagian warna. Untuk memudahkan mengenali bagian-bagian dari rangkaian penerima televisi warna maka digambarkan rangkaian blok televisi warna bagian pengolah warna seperti gambar di bawah :


Prinsip kerja masing-masing blok:

  • Saluran penunda, digunakan untuk menunda sinyal Y (luminansi) sebesar 1 mikro detik dengan maksud agar sinyal Y dan sinyal warna tiba bersamaan ditabung gambar.
  • Penguat pelewat jalur (penguat band pass), untuk memperkuat dan menyaring sinyal Sub pembawa warna 4,43 + 0,5 Mhz. Juga sebagai pengoreksi cacat respons frekuensi dari sinyal sub pembawa warna, pengontrol kroma otomatis, pemati warna dan kejenuhan kroma.
  • Elemen tunda, untuk menunda garis dengan waktu 64 mikro detik.
  • Rangkaian penambah, menjumlahkan amplitudo sinyal dari penguat pelewat jalur dan rangkaian penunda dari hasil penjumlahan tersebut keluar sinyal U. 
  • Rangkaian pengurang, mengurangkan amplitudo sinyal dari penguat pelewat jalur dan rangkaian penunda dari hasil pengurangan didapat sinyal V.
  • Rangkaian switching (penukar) fasa 180 berfungsi untuk menukar polaritas sinyal V pada tiap pergantian garis horisontal.
  • Rangkaian penguat U dan penguat V, berfungsi untuk memperkuat level amplitudo sinyal U dan sinyal V.
  • Demodulator B-Y, sinyal pembawa 4,43 MHz diberikan kembali pada sinyal B- Y dan didemodulator AM untuk mendapatkan sinyal warna B.
  • Demodulator G-Y, dicampurkan sinyal B-Y dan R-Y untuk mendapatkan sinyal G-Y, sinyal pembawa 4,43 MHz diberikan kembali pada sinyal G-Y dan didemodulator AM untuk mendapatkan sinyal warna G.
  • Demodulator R-Y, diberikan kembali sinyal pembawa dan AM untuk mendapatkan sinyal warna R.

  • Rangkaian keluaran sinyal krominan (Penguat output video B,G,R) mematriks sinyal warna dengan sinyal luminan dari penguat gambar, hingga dihasilkan tiga sinyal warna primer dan kemudian sinyal ini diperkuat hingga mencapai tegangan yang cukup untuk mengendalikan tabung gambar.
  • Penguat burst, memperkuat sinyal burst dari pemancar untuk menyinkronkan osilator 4,43 MHz.
  • Rangkaian deteksi fasa, untuk mendeteksi fasa perubahan sinyal V+135 dan -135 terhadap sumbu UB-Y.
  • Rangkaian deteksi 1/2 frekuensi horisontal, untuk mendeteksi polaritas sinyal V dengan cara membangkitkan sinyal-sinyal diskriminasi dalam setiap dua garis perubahan horisontal. Sinyal-sinyal ini diberikan ke rangkaian FF dan switching fasa 180
  • Rangkaian FF (Flip-Flop), mendapatkan pulsa 2 H untuk menjalankan rangkaian switching fasa 180.Rangkaian FF (Flip-Flop), mendapatkan pulsa 2 H untuk menjalankan rangkaian switching fasa 180.
  • Osilator 4,43 Mhz, untuk membangkitkan sinyal 4,43 MHz sebagai pembawa sinyal gambar.
  • Rangkaian konvergensi, untuk menempatkan jatuhnya titik-titik berkas merah, hijau dan biru pada tabung gambar.





08 August 2020

Materi 05 : Pencampur dan Demodulator

Ringkasan Materi 

Pencampur dan Demodulator 


Pencampur (mixer) adalah suatu rangkaian untuk mencampur dua buah sinyal yang berbeda frekuensinya dengan amplitudo yang sama, atau berbeda frekuensinya dan berbeda amplitudonya. Dua sinyal dengan amplitudo yang sama dan berbeda frekuensi dicampur dengan cara penjumlahan, tergantung pada posisi fasanya, kedua sinyal itu akan saling memperkuat dan memperlemah. 

Pada pencampuran, pada kurva sampul masih terdapat frekuensi informasi yang dibawa oleh frekuensi masukan fe. Proses pencampuran sama persis dengan proses pemodulasian amplitudo, yang berbeda adalah besar frekuensi yang dicampurkan



Selain pencampuran penjumlahan (additiv) ada pula pencampuran perkalian (multiplikatip), dimana kedua sinyal itu saling diperkalikan. Misal dengan menggunakan FET dengan gate ganda, atau dua transistor dirangkai seri. Untuk mendapatkan sinyal informasi kembali di penerima radio diperlukan demodulator AM. Metode yang paling banyak digunakan adalah dengan demodulasi sampul yaitu selubung dari gelombang yang dimodulasi. 

Rangkaian demodulator AM yang sederhana dan sering digunakan adalah dengan menggunakan dioda. Dioda yang digunakan dari bahan germanium untuk mendapatkan drop tegangan saat forward yang kecil, sedangkan arah dioda disesuaikan dengan keperluan untuk mendapatkan polaritas tegangan pengatur tertentu. 


Demodulator AM yang lain adalah demodulator model produk. Kelebihan demodulator ini adalah: Demodulasi yang linier pada derajad modulasi tinggi, tidak peka terhadap goyangan amplitudo sinyal pembawa IF. Untuk mendapatkan sinyal informasi kembali di penerima radio setelah dimodulasi FM diperlukan demodulator FM. Banyak metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan kembali, dari cara yang paling sederhana sampai yang komplek dan dari FM mono sampai FM stereo. 

Demodulator FM yang pertama adalah demodulator lereng. Kekurangan demodulator ini adalah: Demodulasi tidak linier dan dinamik AF yang kecil. Demodulator FM ke 2 adalah Demodulasi sinyal FM dengan diskriminator rasio. Untuk mendapatkan kembali tegangan modulasi dari modulasi frekwensi dengan menggunakan pergeseran sudut fasa antara tegangan primer dan skunder dari suatu transformator yang ditala, sudut fasa ini adalah fungsi dari frekwensi dan dengan mengaturnya hingga komponen komponen jumlah phasor dan selisih phasor dari teganga primer dan skunder dimasukkan kedua buah detektor selubung yang keluarannya kemudian digabungkan.

Untuk memperbaiki jarak desis dengan sinyal Af , maka sinyal frekuensii tinggi 1 kHz - 20kHz pada pemancar diangkat sekitar + 12 dB (pre emphasis) Diskriminator PLL adalah suatu demodulator dengan sebuah lingkaran pengunci pasa. PLL = Phase - Locked - Loop. VCO (Voltage Controlled Oscillator = Osilator yang frekuensinya dikontrol tegangan). Untuk memperoleh kembali sinyal kanan dan kiri, pada pesawat penerima setelah demodulator dipasang Dekoder stereo fungsi dari dekoder stereo adalah memisahkan sinyal multiplex menjadi sinyal kiri dan kanan

Didalam dekoder stereo didapatkan kembali frekuensi pembawa 38 kHz. Posisi pasa antara frekuensi pemancar, yang diberikan malalui sinyal pemandu 19 kHz, dengan frekuensi yang dibangkitkan dalam pesawat radio harus sama. 


Kumpulan Materi PSRTV